1330-1336
Setelah Kerajaan Perlak di Aceh Timur. Kesultanan Benua Tamiang dianggapsalah satu Kerajaan Islam tertua di Aceh. Aceh Tamiang merupakan kabupaten baru di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Daerah
yang terletak berhampiran dengan perbatasan Sumatera Utara ini berasal dari kata Da Miang. Sejarah menunjukkan tentang kewujupan wilayah Tamiang seperti prasasti Sriwijaya, kemudian terdapat riwayat dari Cina karya Wee Pei Shih yang mencatat kewujupan negeri Kan Pei Chiang (Tamiang), atau Tumihang dalam Kitab Negara Kertagama. Daerah ini juga dikenal dengan nama Bumi Muda Sedia, sesuai dengan nama Raja Muda sedia yang memerintah wilayah ini selama 6 tahun (1330-1336). Raja ini mendapatkan Cap Sikureung dan hak Tumpang Gantung dari Sultan Aceh atas wilayah Karang dan Kejuruan Muda ketika itu. Bukti-bukti itulah yang kemudian digunakan untuk memakai nama Tamiang sebagai usulan bagi pemekaran status wilayah Pembantu Bupati Aceh Timur Wilayah III yang meliputi wilayah bekas Kewedanaan Tamiang.
SULTAN MUDA SETIA
Ditunjuk Sultan Muda Setia sebagai Sultan I di Kesultanan Benua Tamiang (1330-1352).
PUTERI LINDUNG BULAN
Puteri Lindung Bulan, anak bungsu dari Raja Muda Sedia yang memerintah Kerajaan Islam Benua/Teuming pada tahun 1333-1398 M
0 comments:
Post a Comment